Sore bersama Sarah
Berikut ini adalah
sebuat cerpen perbincangan antara Bani dan Sarah yang dikutip oleh Juliana Sari
Nasution, yang menceritakan kisah cinta yang mengharukan dalam rumah tangga.

Pulang bekerja aku
langsung menuju coffe break tempat ku janjian dengan sarah. Seperti biasanya
sepulang bekerja kami sering bertemu di café ini sekedar untuk ngobrol-ngobrol dan saling bertukar pikiran.
Sampai di meja Sarah, ku
lihat Sarah sedang terduduk lesu dengan muka yang kusur. Dengan sedikit agak
canggung akupun duduk didepannya tanpa dipersilahkan.
Beberapa menit lamanya
kami saling terdiam dan aku pun tak berani untuk membuka pembicaraan terlebih
dahulu karena takut salah kata dan menyungging perasaannya.
Ditengah kegugupanku
tiba-tiba Sarah berlindang air mata dan berkata padaku dengan sedikit terisak.
“Ban.. dia berubah, dia
sudah tak peduli lagi padaku”
Mendengar keluhannya,
jantungku langsung berdesir, tak tahu harus bicara apa..
“kamu tahu kan Ban, aku
sangat mencintainya dan kamu juga tahu kan dulu mas Herlambang juga sangat mencintaiku”
Dia terus berbicara dan
mengeluh padaku, aku hanya diam karena mau menasehati pun aku tak bisa karena
aku bukanlah seorang perangkai kata-kata yang baik, daripada salah memberikan
nasehat atau kata penghibur lebih baik aku hanya diam dan mendengarkan curahan
hatinya.
Ditengah kediaman ku,
tiba-tiba dia mengeluarkan sehelai sapu tangan yang bersulam inisial nama H
& A.
“Lihatlah Ban, aku
menemukan ini dikantong celana kerjanya disaat dia sedang tertidur”
Aduh ternyata perkiraan
ku salah pertemuanku ddengan Sarah sore ini lebih lama dari biasanya. Ku lirik
jam sudah munujukan pukul 17:00 .
HandPhone ku entah sudah
berapa kali berdering, mungkin puluhan miscall dan inboxnya mas Herlambang sudah memenuhi HandPhone ku. Sebenanya aku
tidak mau membuat mas Herlambang
terlalu lama menungguku tapi Sarah ? nampaknya dia masih ingin berlama-lama
berbincang denganku.
Melihat gelagatku yang
dari tadi gelisah dan tidak bisa tenang Sarah bertanya:
“Ban, kamu bosan ya mendengar
ceritaku ?”
“oh tidak, ya bagaimana
tadi. Lanjutkan ceritanya”
Mendengar jawabanku Sarah
tersenyum dan berkata “Ban kamu kelihatan cantik hari ini, mau bertemu
seseorang ya ?”
“tidak ko, biasa saja”
kilahku pada Sarah.
“oh ya Ban, kamu mau kan
bantuin aku ?”
“bantuin apa ?” *aku tahu
Sarah minta bantuan apa, karena akupun tak yakin dapat membantunya atau tidak*
“kamu kan tahu Ban, aku
sangat mencintai Herlambang dan aku
yakin dia juga masih mencintaiku, aku tidak mau pernikahan yang sudah ku bina 3
tahun lebih hancur begitu saja hanya karena perempuan itu”
“lalu apa yang dapat ku
bantu Sar ?”
“aku minta tolong padamu
bantu aku menyelesaikan ini semua Ban, sampaikan padanya aku sangat
mencintainya”
“tapi aku tidak bisa Sar”
“kamu pasti bisa Ban, tolonglah
Ban, bantu aku”
*dia memuhon padaku
sambil memegang tanganku dan dengan setengah memelas.
Tanpa piker panjang dan
entah mendapat kekuatan dari mana aku langsung menasehati Sarah.
“Sar, percayalah padaku,
aku akan membantumu menyelesaikan masalahmu, sekarang pulanglah, pulanglah Sar
!” *mata Sarah langsung berbinar-binar mendengar ucapanku dan langsung
memelukku*
Tanpa berbasa-basi lagi
Sarah melangkah perlahan meninggalkanku.
Setelah kepergian Sarah,
aku masih enggan meninggalkan cafe ini. Aku terduduk lesusambil memegang sapu
tangan yang berinisial A & H yang sebenernya nama tersebut adalah namaku
Ani, panggilan kecilku yang hanya beberapa orang saja yang tahu.
Beberapa saat kemudian,
ku masih duduk terdiam di cafe ini. Pertemuanku dengan Sarah sore ini telah
menyadarkanku dari segala hal yang telah ku lakukan. Aku menyadari ternyata
selama ini aku telah melakukan kesalahan besar dan betapa keji sebenarnya
perbuatanku yang telah menghancurkan rumah tangga sahabatnya sendiri. *maafkan
aku Sar, maafkan sahabatmu yang telah mencoba merebut kebahagiaanmu*
Ku rogoh ponselku dan
tanpa pikir panjang aku langsung menulis pesan singkat (sms) “mas, maafkan aku
yang telah menjadi duri dalam rumah tanggamu dan ku rasa kau pun masih
mencintainya, maafkan aku !”
Setelah perasaanku cukup
tenang, aku bergegas meninggalkan tempat dudukku karena senja pun sudah mulai
menjelang, aku berjalan dengan perlahan dan berharap dalam hati semoga rumah
tangga sarah dan mas Herlambang
kembali seperti dahulu.

Editor : Herlambang
Pemain yang terlibat :
Bani Susilaningsih, Siti Sarah Eka Ramli
- Maaf
jika ada penulisan kata yang salah atau ada kesamaan cerita pada pembaca, ini
fiktif belaka.
- Berikan reaksi dan
tinggalkan komentar
- Dilarang berkomentar
dengan kata kasar atau menghina !
untuk berteman di Facebook klik nama atau fotonya ya :) bye...




Komentar