SABAR |ini| UJIAN.
THE FIRST “TIME-LOOP MOVIE” IN INDONESIA
Intermezo:
Eksklusif Disney+ Hotstar menayangkan gebrakan
baru pada film Indonesia, ini mengawali citarasa baru perfilman tanah air khususnya
genre waktu berulang dan nampaknya MD Pictures sangat matang mempertimbangkan
semua hal’ seperti Vino yang sangat gua ingat dia memerankan film disaster
pertama di Indonesia (BANGKIT).
Dengan cerita menarik dan sederet selebriti
ternama yang membintanginya serta eksekusi yang menurut gua hampir sempurna.
Film karya Anggi Umbara satu ini jadi paket lengkap drama komedi yang menyentuh,
banyak pesan tersirat diselipkan dihampir semua zona waktu yang terus berulang.
Plot yang simpel (move on dari mantan yang mau
nikah) namun kompleks pemecahannya’ mulai dari masalah keluarga sampai mikirin
gemana caranya berhenti bangun tidur dihari yang sama. Disini ada satu hal yang
ganjil dibenak gua.. kenapa mirip banget Happy Death Day (selalu mengawali hari
yang sama dengan dering ponsel yang memekakan telinga) tapi yaudahlah.. mungkin
terinspirasi.
Spoiler:
Dimulai dengan sirine gawat darurat dari
ambulance yang ternyata nada dering ponsel si Sabar serta emblem welcome yang
seakan mengisyaratkan kita untuk masuk kedalam adegan. Menampilkan angel dengan
kemiringan 90 derajat kita disajikan Vino kebangun dari tidur yang tetep aja
ganteng, dan menerima panggilan dari ibunya. Awal yang menarik dimana obrolan
anak dan ibu soal pernikahan yang gak biasa (Sabar bilang: apaan sih bu
pagi-pagi ngomongin sperma) ketika ibunya membahas (keburu jompo.. kasihan
sperma kamu makin tua makin susah nanti berenangnya). Diteruskan dengan nasihat
dari ibunya, jika Sabar nikah pasti ayah senang dan jawaban Sabar pun memberi
asumsi kepada kita bahwa mereka broken home.. dan ya’ broken home.
Berganti latar bridle party sambil ngevlog
ala-ala dengan back sound yang memberi semangat, Anya Geraldine as Sherly
melontarkan pertanyaan ke Estelle Linden as Astrid “apa yang bikin kamu suka
sama Dimas” dan “mendingan Dimas apa Sabar”.
Skena pindah ke kantor Sabar, dimana ia sedang
nontonin story Sherly saat bridle party mantannya. Dan Billy datang untung
memberi dukungan agar Sabar bisa move on, setelah itu beberapa peristiwa aneh
terjadi.. gelas pecah, hp tetangganya jatoh, mobil mogok, staff swayalan
tergelincir. Lanjut sesampainya di gedung resepsi Sabar jadi bahan olok-olok
karena salah kostum hingga disangka pegawai hotel oleh pegawai lainnya. Ketika
Sabar sedang sendirian menatapi mempelai, Sherly datang membawakan minuman dan
mencoba memastikan jika Sabar sudah move on. Singkat cerita dia pulang, tidur,
bangun dan semua terulang’ Sabar pun memastikan dengan menanyakan Fido
“sekarang hari apa”. Hari demi hari kepahitan kondisi yang ia hadapi kian
membosankan tanpa ada titik terang (ada pada jawaban bunuh diri 18 kali) namun pada
akhirnya Sabar enjoy menikmati mimpi buruk pada hidupnya (keliling dunia dan
menjadi peran dibeberapa film yang pernah ia perankan).
Loncat ke adegan bertemunya Sabar dengan Luna
Maya as Tiffany di toilet, pertemuan yang unik menurut gua.. dimana Sabar
dikagetkan dengan kalimat perintah “jangan lupa diflush!” oleh Tiffany dan
hampir keceplosan Suzana yang disebut baru Su dan dilanjut Sudahlah. Mereka
bertanding adu penderitaan,,, Tiffany: gue gak pernah dianggap manusia di dunia
ini’ gue selalu dijadiin badut ajang selfie buat orang-orang itu, ohya gua
diselingkuhin dan ditinggal kawin sama mantan tunangan gue yang udah 7 tahun,
masalah gue’ body clock gue’ gua udah mid 30s ya, closer to 40s resiko
kehamilan bakal tinggi, kalo sampe berapa tahun lagi gue gak kawin gua gak
punya anak.. gua kelar hidup gue kelar. ,,, Sabar: menang lu, kalah gua. (epic
momen)
Sampai di kosan, Sabar merubah dekorasi meja
dengan tambahan foto masa kecil dengan keluarga dan juga foto bersama Billy
saat SD + ukiran kamera kayu buatan ayahnya. Sabar pun tidur dan esoknya terbangun
dihari yang ia harapkan.. hari yang seharusnya terjadi. Ditengah obrolan dengan
Tiffany yang sekarang tunangannya’ Sabar mendapat kabar duka dari adiknya bahwa
ayahnya meninggal, suasana haru semakin dalam saat Sabar menangis dan berkata
“Sabar udah maafin bapak” didorong dengan back song yang sedih dan akhirnya gua
ikutan nangis :’(
Selesai .
Skoring:
Mendapat nilai 7,4/10 dari imdb menurut gua
lumayan baik walau skor tersebut jauh tertinggal dari film karya Anggi Umbara
sebelumnya (3: Alif, Lam, Mim) yang mendapat skor 8,8/10 yang mana angka ini
mejadi nilai tertinggi film Indonesia di imdb.
Menurut gua dari 3 aspek utama (pemilihan
peran, ide cerita, eksekusi) sudah mumpuni, mengingat ini film pertama time
loop di Indonesia dan film Indonesia original Hotstar pertama yang tayang
perdana ketika Disney+ masuk Indonesia. Cerita yang ringan dengan sentuhan
komedi dari para komika ngebuat gua makin asik mengikuti film hingga ending,
emosional seolah dipermainkan.. tawa, iba, tangis dan gusar terus hadir
bergantian.
Ada satu quote yang gua ingat “egois itu bukan
sifat’ tapi fase”.
Dari gua 95/100
**udah 2 kali nonton dan tetap ngakak (Rigen +
Rispo = GAK ADA OBAT)





Komentar